Saturday, 15 February 2014

5 Tips Menjadi IT Manager Yang Lebih Baik

IT Manager sering disibukkan oleh aktifitas harian dan melupakan untuk memimpin stafnya. Apakah Anda seorang profesional yang berpengalaman atau yang baru saja jadi IT Manager, tips berikut akan membantu Anda memanage tim Anda secara efektif.

1. Habiskan waktu (dan uang) mendevelop orang
IT adalah bidang yang selalu berubah, dan banyak pekerja IT mencintai untuk mempelajari teknologi yang baru dan mengimprovisasinya. Kebanyakan orang, belajar tidak hanya menyenangkan, tapi suatu kebutuhan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik. IT Manager harus memberikan budget untuk training dan development dan mendorong staff untuk berpartisipasi dalam event – event tertentu & jika memungkinkan.

2. Mengerti bisnis dan Buat Mereka Mengenal Anda
Memang sebuah klise, tapi semua IT Managers harus mengerti business untuk membangun system dan infrastructure yang men support tujuan business. Anda seharusnya juga memperlihatkan report bagaimana efek pekerjaan mereka terhadap tujuan business perusahaan dan memastikan business administrator mengerti apa yang IT lakukan untuk mereka. Perlihatkan aktifitas departemen Anda melalui laporan tahunan, regular communications, dan frequent project updates.

3. Perlakukan communication sebagai jalan dua arah yang sibuk dan bergerak dengan cepat.
Informasi bukan comodity terbatas yang harus Anda simpan-simpan. Harus mengalir secara bebas dan mudah antara management dan workers. Jika Anda merasa bahwa Anda tidak mendapatkan informasi yang penting, pikirkan cara untuk meningkatkan communication. 

4. Berikan feedback secara reguler dan biarkan karyawan mengetahui apa yand Anda minta
Beberapa IT jobs membuat orang seperti pulau. Mereka bekerja pada sebuah project atau tugas sendiri dan tidak berinteraksi dengan manager mereka ataupun rekan kerja. 

5. Menjadi seorang Project Manager yang Baik
Apakah project terakhir Anda mengalami kegagalan?. Most projects, particularly IT ones, don’t fail because the project itself was bad. Kebanyakan kegagalan adalah akibat dari kelemahan project management. Jika Anda belum memiliki training project management formal, cari dan invest di program yang baik.
Jangan berpikir hanya dengan mengadakan regular meeting, Anda sedang memanage sebuah project. Dan karena IT biasanya memiliki banyak project dibanding yang lain, pastikan untuk melatih lead workers dengan keahlian dasar project management jada Anda dapat mendelegasikan bagian tertentu dari project atau bahkan keseluruhan project ke dalam control mereka.

Mengenal IT Project Management


IT Project Management (ITPM) terdiri dari tiga aspek, yaitu
  1. Teknis, misalnya jenis project yang dikerjakan dan teknologi yang digunakan
  2. Manajemen, misalnya mengatur budget, waktu, sdm dan resource lainnya
  3. Humanis, misalnya mengatur gaji dan waktu kerja SDM sesuai dengan kemampuan SDM tersebut
ITPM adalah tentang mengatur biaya (termasuk duit dan resource lain), scope (menentukan kualitas produk), dan waktu (lama pengerjaan). tiga komponen ini selalu tarik menarik, maksudnya tidak mungkin mendapat 100% di tiga komponen tersebut, pasti ada salah satu yang dikorbankan. Misalnya, untuk mendapatkan aplikasi yang baik, berfungsi sesuai requirement, dibutuhkan biaya dan waktu ekstra. Untuk menekan biaya, mungkin menggunakan SDM yang kurang berkualitas, hal ini mungkin mengurangi kualitas produk atau membutuhkan waktu lebih lama daripada jika menggunakan SDM yang lebih berkualitas.
Dalam TI, manajemen proyek dan operasional sehari-hari perlu dibedakan karena proses dan pengelolannya beda cara
ITPM
  1. waktu pengerjaannya relatif singkat dalam term atau periode tertentu saja, misal hanya 3 bulan, walaupun waktunya lama misal 6 tahun, waktu dan periode pengerjaan tersebut dinyatakan dengan jelas dalam dokumen perencanaan
  2. tingkat ketidak pastian yang tinggi, hasil berubah di setiap proyek, setiap proyek dianggap sebagai kasus tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai aspek, sehingga hasil akhirnya bisa berbeda-beda tergantung aspek apa saja yang mempengaruhi dan berapa besar pengaruhnya
  3. tujuan berbeda di setiap proyek, tiap proyek memiliki target dan tujuan masing-masing yang menentukan bagaimana proyek tersebut dilakukan dan dikelola
  4. memerlukan beberapa macam keahlian, dalam satu proyek biasanya terdiri dari beberapa anggota tim dengan keahlian yang berbeda-beda untuk saling mendukung dalam menyelesaikan proyek tersebut
ITPM perlu dilakukan karena
  1. business environment (pasar, competitor, policy dst) berubah
  2. organisasi perlu beradaptasi dengan business environement changes dengan menerapkan strategi yang berbeda
  3. perubahan strategi tersebut di capai dengan melakukan proyek (tool untuk menangani tantangan yang disebabkan oleh perubahan bisnis
  4. proyek perlu dikelola untuk memastikan proyek sesuai dengan kualitas/biaya/waktu yang direncanakan
. ITPM perlu dilakukan dengan mempertimbangkan cara pandang organisasi, antara lain
  1. structural: organisasi yang mementingkan struktur dan hirarki, peran, kontrol dan kewajiban. proyek dilakukan dengan mengacu pada SOP yang (kemungkinan besar sudah) ada.
  2. human resource: organisasi yang mementingkan harmonisasi organisasi dan kebutuhan pegawai. proyek dilakukan dengan melibatkan banyak pegawai.
  3. political: organisasi yang politik internalnya tinggi, banyak konflik kepentingan. proyek dilakukan tanpa mengorbankan atau menghilangkan peran pihak/divisi tertentu
  4. symbolic: organisasi yang mementingkan simbol, dan arti kegiatan. proyek dilakukan dengan banyak group meeting, sosialisasi, peresmian, diberitakan di milis atau majalah internal
Sumber : http://rencanait.wordpress.com/

Friday, 14 February 2014

Tips Memilih Web hosting


Memilih webhosting bagi sebagian orang tentunya gampang-gampang susah, karena banyaknya perusahaan yang berkecimpung di layanan web hosting, sehingga membuat pilihan paket untuk hosting semakin banyak dan membuat kita menjadi binggung untuk memilih menggunakan layanan hosting yang mana. Banyak yang menawarkan paket bundling yang murah dengan kelengkapan fasilitas yang menggiurkan namun begitu berlangganan, ternyata tak jarang yang kecewa dengan pelayanan aftersales yang tidak baik. Untuk itu ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan jika anda ingin memutuskan menggunakan jasa layanan hosting untuk anda. faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut :

1.Online support 24/7
Support merupakan faktor penting yang sangat perlu diperhatikan. Bayangkan jika agan membeli layanan hosting, 
namun begitu bermasalah tak ada yang bisa dihubungi maupun dimintai pertanggung jawaban??pada saat itu agan mungkin menyesal

2. Sistem back up
Sistem backup sangatlah penting apabila data anda mengalami kerusakan baik dari segi kerusakan hardware maupun software. Perusahaan yang kompeten tentunya sudah memiliki layanan data back up yang memadai sehingga keamanan data-data anda lebih terjamin apabila ada kerusakan.

3. Stabilitas Server
Stabilitas server juga merupakan faktor yang perlu diperhatikan. Semakin penting website anda tentunya semakin penting stabilitas server uptime anda

4. Fitur dan fasilitas
Pastikan terlebih dahulu untuk menentukan fitur dan fasilitas apa yang anda butuhkan. Karena apalah artinya jika anda berlangganan namun tidak dapat menjalankan software yang akan anda gunakan.

5. Transparansi Biaya dan layanan
Tak jarang banyak konsumen yang terkecoh dengan paket yang ditawarkan, diawal terlihat penwaran yang menarik ternyata begitu di order tidak sesuai dengan layanan yang ditawarkan. Tentunya kita pasti agak kecewa jika kita mengalaminya. Pastikan perusahaan yang anda pakai menjelaskan dengan sangat rinci mengenai biaya dan layanan yang ditawarkan.

6. Usia perusahaan
Usia perusahaan tentunya menentukan baik atau tidaknya layanan hosting yang ditawarkan. Pada umumnya perusahaan yang telah lama berdiri telah memiliki pengalaman dalam menghandle keluhan dan komplain dari klien. Sehingga keluhan dan komplain klien dapat di handle secara tepat dan cepat sesuai dengan keluhan yang dialami.

Sumber : Ceriwis.com

10 Tips Menjaga Hard Disk Eksternal




Hard disk eksternal beberapa tahun belakangan ini menjadi fenomena di kalangan pengguna komputer. Keuntungan hard disk eksternal ini sendiri adalah mobilitasnya. Anda dapat membawa hard disk berkapasitas besar dengan dimensi yang relatif kecil untuk digunakan dalam proses tukar-menukar file. Harga hard disk eksternal yang semakin lama semakin murah juga menambah daya tarik produk ini.

Namun, kegunaannya sebagai produk yang mobile tentu membawa resiko tersendiri. Hard disk eksternal memiliki kerentanan yang tidak jauh berbeda dengan hard disk biasa. Pada artikel kali ini, kami mencoba untuk memberikan beberapa tips untuk memperlakukan hard disk eksternal Anda dengan benar. Tips yang kami berikan kali ini didasarkan atas pengalaman mengelola hard disk sehari-hari. Kami berharap dengan adanya tips di bawah ini, penggunaan hard disk eksternal akan memiliki umur yang lebih panjang. Jika ada tips yang belum kami tulis, kami sangat berharap Anda dapat memberikan masukan lagi pada bagian komentar di bawah.





1. Selalu gunakan opsi “Safe Remove Hardware”
Langkah ini memang terkesan sepele dan sering dilupakan oleh pengguna. Bahkan, banyak pengguna sendiri yang mengakui bahwa hal ini tidaklah penting. Saat Anda menancapkan hard disk eksternal dan mulai mentransfer data, banyak data yang belum tertulis dengan benar pada piringan hard disk tersebut. Data-data tersebut masih tertinggal di cache memori.  Bila Anda selesai menggunakan hard disk eksternal, selalu pilih opsi “Safe Remove Hardware”. Dengan mengklik opsi ini, semua data yang ada pada cache memory akan dihapus sehingga data yang ada pada hard disk tidak akan rusak saat Anda mencabut kabel USB-nya. Opsi ini sangatlah penting. Pada beberapa hard disk eksternal, gagalnya penulisan data dapat menyebabkan Master Boot Record rusak dan menyebabkan hard disk harus di format ulang.

2. Jangan terbanting
Berbeda dengan flash disk, hard disk eksternal masih memiliki komponen mekanik di dalamnya. Komponen ini sangat rentan terhadap benturan. Saat terjadi benturan yang keras pada hard disk, pasti akan mengganggu komponen mekanik tersebut. Tidak sedikit kasus hard disk yang terbanting mengakibatkan isinya menjadi amburadul. Sebenarnya, Anda bisa mengakali hal ini dengan membeli hard disk yang memiliki fasilitas tahan banting. Walaupun begitu, tetap saja Anda harus menjaga hard disk dari benturan yang berlebihan.

3. Jauhkan dari cairan
Tersiram air? Mungkin hal ini terdengar lucu bagi beberapa orang. Akan tetapi, banyak juga kasus hilangnya data hard disk akibat tercebur atau tidak sengaja tersiram minuman. Saat Anda memakai hard disk eksternal, usahakan tidak menaruh benda dengan cairan di dekatnya. Tentunya, air adalah musuh bagi benda elektronik, bukan?

4. Jauhkan dari benda bermagnet
Selama hard disk masih memakai komponen mekanik, maka hard disk akan tetap rentan terhadap gerakan paksa. Sebuah magnet dapat secara paksa menarik komponen mekanik dalam hard disk. Hal ini  dapat merusak sistem kerja hard disk tersebut. Tidak hanya itu, platter yang ada di dalam hard disk pun bisa rusak karena adanya medan magnet.





5. Gunakan Kabel Y agar mendapat pasokan listrik yang baik
Banyak hard disk eksternal yang tidak dilengkapi USB dengan jenis kabel Y (dua kepala). Memang, menggunakan USB dengan kabel Y terlihat repot. Akan tetapi, kabel dengan jenis ini berguna saat Anda menancapkan hard disk eksternal Anda pada sebuah komputer yang ternyata USB slot-nya sudah tidak memiliki alur listrik yang masih baik. Kurangnya pasokan listrik dapat merusak kerja sebuah benda elektronik. Di sinilah kabel Y berperan. Tancapkan kedua kepala kabel Y untuk mendapatkan alur listrik yang baik.

6. Jangan terlalu sering mencabut pasang kabel USB
Benar! Walaupun seyogyanya hard disk eksternal akan sering digunakan pada banyak komputer, namun, sering mencabut pasang kabel USB akan membuat konektor USB tersebut menjadi aus. Gesekan terhadap tembaga dapat membuat kepala konektor menipis  sehingga tidak terjadi kontak antar tembaga yang baik. Hal ini dapat membuat pasokan listrik dan arus data menjadi terganggu dan dapat merusak kontroler.





7. Hindari menempatkan hard disk di tempat yang sering bergetar
Getaran berlebihan dapat mengganggu kerja mekanik hard disk. Bahkan tidak sering terjadi error baca dan tulis data di hard disk tersebut. Hal ini dapat berujung pada hard disk yang berhenti bekerja. Oleh karena itu, jauhkan hard disk dari tempat yang sering bergetar (Contoh ekstrim pada foto di atas: hard disk ditaruh di atas speaker aktif. Terlihat bodoh memang, namun kita tidak pernah tahu hal-hal yang dapat dilakukan orang pada hard disknya, bukan?)

8. Pastikan hard disk mendapatkan aliran udara yang baik
Bagaimana maksud dari poin yang satu ini? Saya sering melihat beberapa orang menaruh hard disk eksternal di bawah bantal saat dioperasikan. Tidak hanya itu saja, beberapa pengguna masih ada yang tetap menggunakan pouch bawaan yang tebal saat mengoperasikan hard disk. Jika hard disk eksternal Anda tidak memiliki solusi disipasi yang baik, hard disk yang ada di  dalamnya tentu akan menjadi panas. Hard disk yang memiliki panas berlebih dapat menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, usahakan untuk membuka pouch bawaan hard disk terlebih dahulu saat ingin digunakan. Selain itu, pastikan hard disk mendapatkan aliran udara yang cukup.





9. Cabutlah kabel USB dengan menarik kepala konektornya
Jika Anda menarik kabel USB langsung pada kabelnya, hal ini dapat menyebabkan putusnya kabel, baik kulitnya yang berada di luar maupun kumpulan kabel yang ada di dalam kabel USB tersebut. Konektor USB sengaja dibuat tebal agar dapat ditarik oleh para penggunanya.





10. Gunakan posisi yang tidak mengganggu posisi konektor USB
Saat kabel USB tertancap pada hard disk eksternal dan pada sebuah slot USB di komputer Anda, usahakan posisinya tertancap dengan benar. Kabel USB yang tertancap pada posisi miring dapat menyebabkan kerusakan pada USB tersebut. Kebanyakan kasus adalah membuat longgarnya sebuah slot USB. Hal ini tentunya akan sama hasilnya dengan poin 6 di atas.

Satu lagi tambahan dari kami: Backup! Selalu backup data-data Anda yang ada di hard disk eksternal tersebut, terutama untuk data-data yang penting. Bila Anda menggunakan hard disk eksternal ini untuk aktivitas transfer data secara mobile, resiko kehilangan data pasti akan selalu ada. Untuk itu, sekali lagi kami ingatkan untuk selalu mem-backup data-data Anda.

Tuesday, 11 February 2014

Perbedaan Jurnal dengan Skripsi ?

Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/ fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.
 
      Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan. Jurnal itu catatan penelitian. 
        Skripsi itu satu paket laporan penelitian untuk pendidikan strata satu. Dari segi bentuk, skripsi merupakan analisa jurnal (hanya saja kurang terlihat karena tingkat analisanya masih rendah).
      Jurnal merupakan hasil penelitian yang hanya diambil bagian-bagian pentingnya saja. Sedangkan skripsi keseluruhan dari hasil penelitian dicantumkan didalam skripsi. Jurnal penelitiannya bisa dilakukan lebih dari satu orang, sedangkan skripsi hanya untuk satu orang. Skripsi penulisannya terbagi dalam beberapa bab, sedangkan jurnal penulisannya tidak memakai bab-bab.
      Pada jurnal tinjauan pustaka tidak dimuat dalam bab tersendiri, dan latar belakangnya hanya yang terpenting yang dimuat. Skripsi jelas latar belakangnya, tinjauan pustakanya. Pada skripsi lampiran gambar ada pada bab sendiri, sedangkan pada jurnal, gambar-gambarnya langsung dilampirkan sesuai data.